Forum Pertani Kelapa Sawit Kalimantan Timur (FPKS) menjadikan momentum Ramadan untuk memperkuat sinergi sektor perkebunan sekaligus berbagi dengan masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di Samarinda, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan bertajuk “FPKS Berbagi” tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, perusahaan kelapa sawit, tokoh masyarakat, serta mahasiswa dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
“Program berbagi santunan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin kebersamaan ini tidak hanya terasa di sektor perkebunan, tetapi juga dalam kegiatan sosial,” ujar Asbudi dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penerus petani sawit di Kalimantan Timur. “Mahasiswa ini nantinya akan menjadi generasi para petani. Mereka harus kita dukung agar mampu mengelola perkebunan secara berkelanjutan,” katanya. Selain kegiatan sosial, Asbudi menegaskan FPKS memiliki peran strategis dalam tata kelola perkebunan sawit. “Kami ingin FPKS terlibat aktif dalam perencanaan. Mulai dari penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produksi, hingga mendorong transparansi dalam penetapan harga. Dengan duduk bersama pemerintah dan perusahaan, kita bisa menjaga iklim usaha yang sehat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, FPKS menyalurkan santunan kepada 24 anak yatim-piatu dan tiga pengasuh dari Panti Asuhan Baitul Hasan, serta 10 anak dan lima perempuan tangguh dari Rumah Berdaya Perempuan Samarinda. Total 34 anak bersama para pendamping menerima santunan. Ketua panitia, Jumri, SP mengatakan kegiatan berbuka puasa dan santunan merupakan agenda rutin FPKS setiap bulan Ramadhan.